akulah bocah cilik itu kini aku datang kepada dirimu akan kuceritakan masa kanak-kanakmu
akulah bocah cilik itu yang tak berani pulang karena mencuri uang simbok untuk beli benang layang-layang
akulah bocah cilik itu yang menjual gelang simbok dan ludes dalam permainan dadu
akulah bocah cilik kurus itu yang tak pernah menang bila berkelahi yang selalu menangis bila bermain sepak-sepong aku adalah salah seorang dari bocah-bocah kucel yang mengoreki tumpukan sampah mencari sisa kacang atom dan sisa moto buangan pabrik
akulah bocah bengal itu yang kelayapan di tengah arena sekaten nyrobot brondong dan celengan dan menangis di tengah jalan karena tak bisa pulang
akulah bocah cilik itu yang ramai-ramai rebutan kulit durian dan digigit anjing ketika nonton telepisi di rumah Bah Sabun
ya engkaulah bocah cilik itu sekarang umurku dua puluh empat ya akulah bocah cilik itu sekarang aku datang kepada dirimu karena kudengar kabar seorang kawan kita mati terkapar mati ditembak mayatnya dibuang kepalanya koyak darahnya mengental dalam selokan
Opo reek, Maturnuwon auranya sudah kulo terima, sampe nang Jakarta sehat-sehat tenan, maturnuwon mas komisaris, eh mas notaris, semoga ake rezekine, ake langganane yoo. kapan=kapan kulo dolan nang Suraboyo, eh ka umah sampeyan oleh ngga? Lari lagi ngga..... Salam dari Jakarta ex are Surabaya 1962
2 komentar:
MEGATRUH SOLIDARITAS
akulah bocah cilik itu
kini aku datang kepada dirimu
akan kuceritakan masa kanak-kanakmu
akulah bocah cilik itu
yang tak berani pulang
karena mencuri uang simbok
untuk beli benang layang-layang
akulah bocah cilik itu
yang menjual gelang simbok
dan ludes dalam permainan dadu
akulah bocah cilik kurus itu
yang tak pernah menang bila berkelahi
yang selalu menangis bila bermain sepak-sepong
aku adalah salah seorang dari bocah-bocah kucel
yang mengoreki tumpukan sampah
mencari sisa kacang atom
dan sisa moto buangan pabrik
akulah bocah bengal itu
yang kelayapan di tengah arena sekaten
nyrobot brondong dan celengan
dan menangis di tengah jalan
karena tak bisa pulang
akulah bocah cilik itu
yang ramai-ramai rebutan kulit durian
dan digigit anjing ketika nonton telepisi
di rumah Bah Sabun
ya engkaulah bocah cilik itu
sekarang umurku dua puluh empat
ya akulah bocah cilik itu
sekarang aku datang kepada dirimu
karena kudengar kabar
seorang kawan kita mati terkapar
mati ditembak mayatnya dibuang
kepalanya koyak
darahnya mengental
dalam selokan
solo, 31 januari 1987
Opo reek,
Maturnuwon auranya sudah kulo terima, sampe nang Jakarta sehat-sehat tenan, maturnuwon mas komisaris, eh mas notaris, semoga ake rezekine, ake langganane yoo.
kapan=kapan kulo dolan nang Suraboyo, eh ka umah sampeyan oleh ngga? Lari lagi ngga.....
Salam dari Jakarta
ex are Surabaya 1962
Posting Komentar